Sekali pun tidak ada dukungan baik dari keluarga atau dari pihak eksternal.
Salah satunya berasal dari BRI Pekanbaru.
Syarifah sangat mengenali dengan jelas ketika bisnisnya mulai maju dan pemesanan meningkat drastis, ia merasakan kebingungan terkait aspek modal untuk membeli bahan-bahan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan batik serta kain tenun.
Itulah yang mendorongnya untuk mengajukan pinjaman modal via program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kantor Cabang Regional BRI Pekanbaru.
"Saat pertama kali membuka bisnis ini, kami mengambil kredit Usaha Rakyat atau KUR dari Bank BRI senilai Rp 25 juta karena permintaan mulai meningkat, sehingga kami perlu tambahan modal untuk pembelian bahan baku," katanya.
Bukan hanya melalui skema KUR, perhatian BRI juga diekspresikan dalam berbagai bentuk lain.
Untuk para pebisnis UMKM di Pekanbaru, seperti halnya Candafa Tekat Tiga Dara, disediakan fasilitas bagi mereka yang ingin ikut serta dalam program pelatihan batik dan tenun.
Tidak hanya itu, BRI juga menyediakan perlengkapan penunjang yang bisa digunakan untuk memperkuat produktivitas.
Termasuk menyediakan opsi pembayaran digital menggunakan sistem QRIS.
"Alhamdulillah kita menerima dukungan dari BRI, mereka memberikan pelatihan kepada kita, menyediakan mesin penggiling dan pendanaan melalui KUR. Dukungan ini pastinya memiliki arti yang besar bagi kita, tidak hanya untuk meningkatkan volume produksi tetapi juga untuk mengembangkan pasar," ujarnya.
Editor : Investigasi Mabes