Jumbo: Bukti Abadi Seni Asli di Atas Tiruan AI

Foto Investigasi Mabes
Jumbo: Bukti Abadi Seni Asli di Atas Tiruan AI
Jumbo: Bukti Abadi Seni Asli di Atas Tiruan AI

Setuju dengan Heru Sutadi, Direktur Regulasi dan Etika dari Indonesia AI Society (IAIS) bernama Henke Yunkins, menyatakan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) memberikan tantangan unik bagi mereka yang bekerja di bidang industri kreatif. Meskipun AI bisa menciptakan peluang baru, tetapi teknologi ini juga berpotensi mengancam karier seniman, desainer, serta ilustrator.

Karena, pada masa kini, automatisasi dalam bidang seni berkat kecerdasan buatan berkembang dengan pesat. Terbaru saja, tim peneliti dari sejumlah perguruan tinggi di Amerika berhasil membuat animasi Tom & Jerry selama satu menit yang memiliki kualitas lumayan bagus, hanya melalui proses pemrompting (menggunakan metode pelatihan waktu-uji atau Test-Time Training).

"Berdasarkan hal tersebut, kemajuan-kemajuan semacam itu bisa jadi merupakan ancaman yang sungguh-sungguh bagi para pekerja di bidang industri kreatif," ungkapnya saat berbicara dengan Tirto, pada hari Kamis, 10 April 2025.

Pribadinya, Henke memang belum memiliki jawaban pasti tentang nasib para pekerja kreatif mengingat perkembangan cepat dari teknologi AI dalam bidang industri kreatif. Menurut dia, solusi seperti pelatihan ulang atau penyesuaian diri terlihat kurang pas dan tak cukup efektif karena permasalahan ini lebih kompleks daripada sekadar kekurangan keterampilan individual; ia merujuk kepada tantangan sistematik seperti konsetrasi kuasa dan modal pada entitas besar serta ketidaktentuan model kerja dan ekonomi.

"Maka, salah satu tindakan yang perlu dilakukan adalah mencari solusi untuk membagi penggunaan AI dalam sektor kreatif," ungkapnya.

Meskipun demikian, ia merasa bahwa hal tersebut bukanlah perkara sederhana lantaran industri ini mencakup aktivitas bisnis, dimana tujuannya utamanya ialah mendapatkan laba. Perjalanan menuju transformasi ini pun bakal memunculkan berbagai hambatan struktural seperti adaptasi terhadap konsep bisnis yang baru, pergolakan nilai-nilai artistik dalam kalangan seniman serta publik secara luas, dan risiko potensial dari pekerjaan kreatif menjadi dieksploitasi akibat bergesernya fokus pada efisiensi dan standarisasi atas dasar pengorbanan individualitas dan sentuhan pribadi.

Lalu beralih kembali ke titik pentingnya, mengobservasi kesuksesan film animasi "Jumbo", produksi terkenal dari Studio Ghibli, serta 'Nezha 2' yang mencatatkan rekor sebagai film animasi dengan pendapatan tertinggi sebesar 2,1 miliar dolar AS, dapat disimpulkan bahwa karakter manusia tetap memegang peranan sentral.

Keberhasilan proyek-proyek itu membuktikan bahwa kreativitas manusia, cerita yang kuat dan istimewa, serta komitmen pada detil-detailnya masih merupakan faktor penting untuk menciptakan hasil kerja yang sungguh-sunguh memotivasikan dan bermakna.

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini