Meski begitu, ia tidak menutup mata terhadap kekurangan yang masih ada di tubuh kepolisian. “Kami belum sempurna. Masih ada hal-hal yang perlu dibenahi. Karena itu, introspeksi dan perbaikan harus terus dilakukan,” ucapnya.
Kapolresta menutup amanatnya dengan ajakan untuk memperkuat semangat pengabdian. “Mari jadikan momen Hari Bhayangkara ini sebagai tonggak untuk melangkah lebih baik. Semoga Polri semakin dipercaya, dicintai, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.
Acara peringatan Hari Bhayangkara juga dimeriahkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas pengabdian Polri selama ini. Pada saat doorstop, Kapolresta menegaskan bahwa momen sederhana ini sarat makna. “Potong tumpeng bukan hanya simbol seremonial, tapi bentuk syukur kami kepada Tuhan dan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Polresta Pati juga memberikan penghargaan kepada sejumlah satuan kerja dan personel berprestasi. “Penghargaan ini bentuk apresiasi terhadap kerja keras kepada satuan kerja dan anggota yang telah menunjukkan integritas dan dedikasi luar biasa. Mereka layak menjadi teladan,” terang Kombes Pol Jaka Wahyudi.Kemeriahan juga tampak dalam lomba Satkamling antar-desa yang digelar sebagai bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara. Kapolresta berharap, kegiatan ini bisa memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. “Satkamling itu ujung tombak deteksi dini. Harus kita hidupkan terus semangatnya,” pungkasnya. (Ari)
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim