Rencana relokasi ke Jalan A. Yani depan pemkab dinilai tidak manusiawi dan tidak strategis. Kawasan itu merupakan ruas jalan utama dan bukan titik yang tepat, bukan pula ruang terbuka nyaman seperti Taman Blambangan. Alih-alih penataan, ini justru pengusiran terselubung yang mengorbankan rakyat kecil demi proyek "penampakan".
Hakim bahkan mengutip Surah Al-Ma’un ayat 1-3 sebagai tamparan moral bagi para pejabat: “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.”
“Kalau kita dengan mudahnya menyingkirkan rakyat kecil dari ruang nafkahnya sendiri, hanya demi proyek taman yang rapi, jangan-jangan kita sudah termasuk golongan pendusta agama,” tegasnya.
Hakim juga mendesak DPRD Banyuwangi agar tak berdiam diri. “Dewan itu bukan pelengkap seremoni. Kalian digaji oleh rakyat untuk bicara ketika rakyat butuh dibela. Hari ini, UMKM BCM sedang menjerit. Apakah kalian masih punya telinga?” katanya.Ia meminta agar anggota DPRD menyampaikan langsung kepada Bupati, bahwa suara rakyat tidak boleh diabaikan. Bahwa "Nang Kene Wae!" adalah seruan damai, bukan perlawanan anarkis.
Editor : RedakturSumber : Team