Di bawah kepemimpinan Bapak Willem Wandik, S.Sos (Bupati Tolikara) dan Bapak Yotam Wonda (Wakil Bupati Tolikara), pemerintah daerah menunjukkan komitmen nyata dalam membangun harapan dan masa depan pemuda-pemudi Tolikara. Mereka hadir bukan untuk mengintervensi, melainkan menghormati kedaulatan forum pemuda.
Inilah wajah kepemimpinan yang memahami bahwa Pemuda bukan objek kebijakan, melainkan subjek perubahan.
Apa yang terjadi di Tolikara adalah pelajaran berharga bagi seluruh kepala daerah di Indonesia. Bahwa memperkuat KNPI dan OKP Cipayung bukan ancaman bagi stabilitas, melainkan investasi strategis bagi keberlanjutan daerah, bangsa, dan negara.
Ketika pemerintah dan pemuda duduk sejajar, bukan saling mencurigai, maka yang lahir adalah demokrasi yang sehat, kaderisasi yang kuat, dan masa depan pemuda yang memiliki arah.Musda III KNPI Tolikara telah membuktikan satu hal penting, Jika pemuda diberi ruang, dihargai, dan didampingi dengan tulus, maka sejarah besar akan lahir dari daerah-daerah yang selama ini dipandang pinggiran.
Editor : RedakturSumber : Team