“Pengurangan risiko bencana tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri. Ini adalah urusan bersama demi melindungi masyarakat. FPRB harus aktif, responsif, dan benar-benar hadir di tengah warga,” tegas Bupati Ela.
Ia juga menekankan bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan bagian dari pemerintahan yang peduli dan bertanggung jawab. Upaya mitigasi, adaptasi perubahan iklim, serta edukasi kebencanaan harus terintegrasi dengan perencanaan pembangunan daerah agar tidak bersifat reaktif saat bencana terjadi.
Sementara itu, Kepala BPBD Lampung Timur, Tabrani Hasyim, menyebut FPRB sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun sistem pencegahan dan penanggulangan bencana yang lebih terstruktur dan terkoordinasi.
“Melalui FPRB, kita ingin pengurangan risiko bencana dilakukan secara terencana dan berkelanjutan, sehingga dampak bencana dapat ditekan dan masyarakat merasa lebih aman,” ujar Tabrani.Ketua FPRB Kabupaten Lampung Timur, Agus, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen membawa FPRB bekerja langsung di lapangan. Fokus utama forum ini ke depan adalah edukasi kebencanaan, penguatan kapasitas masyarakat, serta respon cepat saat terjadi kondisi darurat.
Editor : RedakturSumber : Team