“Sepanjang tahun 2025, Kementerian Agama telah membangun fondasi melalui transformasi digital layanan keagamaan, penguatan ekonomi umat berbasis zakat, wakaf, infak, dan sedekah, serta peningkatan mutu madrasah dan perguruan tinggi keagamaan,” katanya.
Taj Yasin juga menyoroti tantangan zaman, khususnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) di era Volatilitas, Ketidakpastian, Kompleksitas, Ambiguitas (VUCA) . Ia menekankan pentingnya peran ASN Kementerian Agama dalam mengawal pemanfaatan teknologi agar tetap berlandaskan nilai ketuhanan dan kemanusiaan.
“ASN Kementerian Agama harus mampu mewarnai AI dengan konten keagamaan yang moderat, sejuk, dan mencerahkan, sehingga teknologi menjadi alat pemersatu, bukan pemicu perpecahan,” tegasnya.
Taj Yasin menambahkan bahwa usia 80 tahun mencerminkan kematangan dan kedewasaan institusi. Ia mendorong Kemenag, khususnya di Jawa Tengah dan Kabupaten Rembang, untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten.“Terus kawal insentif bagi guru-guru agama dan perbarui data penerima agar pelayanan semakin transparan dan tepat sasaran,” ucapnya.
Editor : RedakturSumber : Team