“Jika ada kegiatan yang tidak sesuai, akan langsung kami cek. Kualitas dan kuantitas harus dipastikan,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan komitmen, namun sekaligus menempatkan pemerintah daerah dan dunia usaha dalam sorotan publik. Di tengah berbagai persoalan transparansi anggaran, kualitas proyek, dan dugaan penyimpangan di sejumlah sektor, publik kini menunggu langkah konkret, bukan sekadar narasi komitmen.
Sosialisasi anti korupsi ini menjadi titik awal penting, tetapi efektivitasnya akan sangat ditentukan oleh keberanian semua pihak—pemerintah, pelaku usaha, dan aparat penegak hukum—untuk membuka data, memperkuat pengawasan, serta menindak tegas setiap bentuk penyimpangan tanpa pandang bulu.
Tanpa konsistensi dan pengawasan berkelanjutan, kampanye integritas berisiko berhenti sebagai slogan. Sebaliknya, jika dijalankan secara serius, forum ini dapat menjadi momentum membangun praktik ekonomi lokal yang benar-benar bersih dan berkeadilan.(Rusman Ali)
Editor : RedakturSumber : Team