Pihak di lapangan mengakui proyek tersebut merupakan pekerjaan BWS dengan sistem swakelola. Mereka mengklaim sudah meninjau lokasi, namun ketika petani menegur pekerja, jawabannya hanya “Saya hanya pekerja, pak.
Hal ini semakin menunjukkan dugaan lemahnya pengawasan teknis oleh pihak yang berwenang.
Awak media dalam suratnya menyatakan bahwa jawaban Inspektorat sebelumnya tidak menyentuh inti persoalan, sehingga audit investigatif diperlukan untuk mengungkap dugaan penyimpangan secara objektif.
Tuntutan Warga Petani dan media memintaAudit investigatif oleh Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR. Pembenahan konstruksi sesuai spesifikasi dan RAB. Transparansi penuh mengenai anggaran dan pelaksana. Sanksi bagi pihak yang lalai atau melanggar aturan.
Perbaikan irigasi agar tidak merugikan petani.
Editor : RedakturSumber : Team