Satreskrim Polres Teluk Bintuni Bersama Satgas Pangan Nasional Sidak Distributor, Pastikan Stabilitas Harga Jelang Idul Fitri 2026

Foto Investigasi Mabes
Satreskrim Polres Teluk Bintuni Bersama Satgas Pangan Nasional Sidak Distributor, Pastikan Stabilitas Harga Jelang Idul Fitri 2026
Satreskrim Polres Teluk Bintuni Bersama Satgas Pangan Nasional Sidak Distributor, Pastikan Stabilitas Harga Jelang Idul Fitri 2026

Read also: Menanam Syukur di Usia Senja: Kisah Suami Istri Kembangkan 1.000 Lubang Hidroponik

Adapun komoditas yang dipantau meliputi beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, cabai, daging ayam ras, daging sapi, hingga telur ayam. Dari hasil pengecekan, harga beras berada pada kisaran Rp18.000–Rp19.000 per kilogram, sedangkan daging ayam dijual antara Rp50.000–Rp55.000 per kilogram.

Meski terdapat selisih harga dibandingkan daerah lain seperti Manokwari, Ari menilai perbedaan tersebut masih dalam batas kewajaran. Menurutnya, faktor utama yang memengaruhi harga adalah tingginya biaya distribusi.

Sebagian besar kebutuhan pokok di Teluk Bintuni dipasok dari luar Papua, seperti Pulau Jawa dan Sulawesi. Distribusi dilakukan melalui jalur laut menuju Sorong dan dilanjutkan jalur darat dari Manokwari ke Bintuni. Biaya pengiriman dari Jawa ke Papua pesisir bisa mencapai sekitar Rp20 juta per kontainer, sementara dari Manokwari ke Bintuni, satu kontainer harus dipecah ke beberapa truk dengan biaya sekitar Rp5 juta per truk.

“Rantai distribusi yang panjang ini tentu berdampak pada harga jual. Namun setelah kami cek langsung di lapangan, stok tersedia dan harga masih terkendali,” jelasnya.

Satgas Pangan pusat sendiri memiliki Surat Keputusan yang berlaku hingga 31 Desember 2026. Saat ini, fokus pengawasan diarahkan pada stabilisasi harga menjelang momentum HBKN guna menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi pangan.

Editor : Investigasi Mabes
Sumber : Tim
Bagikan


Berita Terkait
Terkini