"Bahkan panen kemarin saat ada banjir diduga perusahaan di kawasan CBA membuang limbah cairan kimia hingga air limbah itu menyebar kepesawahan dan perkebunan kami, dan airnyapun hitam pekat seperti minyak oli juga bau tak sedap yang menyengat, sehngga padi kami pada mati,"kata salah satu petani asal pasir buyut yang enggan menyebutkan namanya, kepada awak media di lokasi.
Lebih lanjut para petani di lokasi mengatakan, Panen padi kemarin juga banyak yang gagal, karena dari tujuh petak sawah, biasa hasilnya dapat 1 ton, tapi sekarang hanya dapat 2 karung, selain itu temen - temen petani lainnya juga sama merasakan dampaknya, karena hasil panennya kebanyakan pada gagal,
"Dan kami sudah mengadukan tentang persoalan ini ke pihak desa bahkan ke kepala desa (kades) dan ke kecamatan, namun hingga saat ini belum ada tindakan apa-apa,"terangnya di lokasi pada Selasa, 14/4/2026.
"Dan Kami sangat berharap kepada pemerintah terkait, baik dinas lingkungan hidup maupun dinas - dinas terkait, untuk segera menindak lanjuti persoalan ini dan memperhatikan keluhan para petani, agar kedepannya panen kami berbuah hasil dan tidak gagal panen,"harapnya.Hingga berita ini di tayangkan awak media masih mencoba mengkonfirmasi pihak - pihak terkait.
Editor : RedakturSumber : Team