Menurut Khambali, tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat saat ini semakin kompleks. Karena itu, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa menjadi kunci dalam menjaga kondusivitas wilayah serta mempercepat pembangunan.
Ia menilai kehadiran Polri tidak hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dalam menciptakan rasa aman, menjaga persatuan, serta mendukung berbagai program pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.
“Keamanan adalah fondasi pembangunan. Ketika keamanan terjaga, investasi tumbuh, ekonomi bergerak, dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan tenang. Karena itu, Polri memiliki peran strategis dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Sebagai purnawirawan TNI dan tokoh masyarakat yang kini aktif memimpin organisasi kemasyarakatan dan pemerintahan desa, Khambali mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mendukung tugas-tugas Polri dengan menjaga ketertiban, mematuhi hukum, serta memperkuat semangat gotong royong di tengah kehidupan bermasyarakat.Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 juga menjadi refleksi atas perjalanan panjang Polri dalam menjaga keamanan nasional sejak 1 Juli 1946 hingga 1 Juli 2026. Selama delapan dekade, Polri terus bertransformasi menghadapi berbagai dinamika zaman dengan tujuan utama menghadirkan pelayanan yang semakin responsif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Editor : RedakturSumber : Team