"Melalui Libo Substation Upgrade, PHR memastikan pasokan listrik yang andal untuk mendukung pengoperasian sumur-sumur baru dan mengoptimalkan produksi migas bagi kebutuhan energi nasional," ujarnya.
Proyek ini juga menjadi bukti efektivitas kolaborasi antara PHR dan mitra kerja. Bersama PT Indokomas Buana Perkasa sebagai kontraktor EPC, proyek berhasil diselesaikan pada Maret 2026, lebih cepat dua bulan dari target yang ditetapkan dalam Work Program & Budget (WP&B) 2025, yaitu Mei 2026.
Andre menambahkan, bahwa sistem yang tuntas mendahului target ini adalah upaya PHR menjaga keandalan operasi untuk ketahanan energi. Sekaligus juga sebagai pondasi yang kokoh bagi masa depan migas nasional.
Dari sisi teknis, proyek mencakup pemasangan power transformer berkapasitas 14 MVA, voltage regulator 1,4 MVA, sistem proteksi dan pengukuran baru, pembangunan gedung kontrol kelistrikan, serta penarikan jaringan kabel distribusi sepanjang sekitar 2,5 kilometer. Seluruh fasilitas telah melalui proses pengujian dan commissioning sebelum beroperasi penuh.
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Sebastian Julius, mengapresiasi penyelesaian proyek tersebut. Menurutnya, peningkatan infrastruktur kelistrikan merupakan langkah penting untuk mendukung keandalan operasi dan pencapaian target produksi di Zona Rokan.“Infrastruktur ini sangat berguna untuk mendukung produksi di Zona Rokan. Terus semangat one goal, untuk operasi yang andal, selamat dan efisien untuk keandalan produksi,” ujarnya.
Editor : RedakturSumber : Team