Investigasimabes.com | Jakarta -- Ratusan orang buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kementerian BUMN, Kamis(9/3).Dalam aksi ini, para buruh mendesak penyelesaian kasus perburuhan yang terjadi di lingkungan perusahaan BUMN, seperti yang terjadi pada Tenaga Alih Daya PT PLN (Persero),Perum DAMRI, PT. Aerotrans Services Indonesia anak PT Garuda Indonesia(Persero),dan PT.Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero).
Presiden FSPMI Riden Hatam Aziz menyampaikan, Dalam aksi ini pihaknya meminta Menteri BUMN Erick Thohir turun tangan menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lingkungan BUMN.“Menteri BUMN Erick Thohir harus bertanggungjawab terhadap carut-marut permasalahan perburuhan di lingkungan BUMN.
[video width="640" height="288" mp4="https://statis.buliran.com/assets/mitra/3/2023/03/VID-20230309-WA0064.mp4"][/video]Perusahaan plat merah harusnya memberikan contoh yang baik dalam hal ketaatan hukum ketenagakerjaan, bukan justru sebaliknya,” ujar Riden.
Menurut Riden, beberapa waktu lalu pihaknya pernah melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Pusat PT PLN, tetapi tidak ada penyelesaian sebagaimana yang diharapkan.Bahkan sebelumnya juga pernah melakukan aksi di PT Aerotrans Service Indonesia.
Mengingat perusahaan-perusahaan ini di bawah naungan BUMN, buruh meminta Kementerian BUMN menindak tegas para Direksi di perusahaan-perusahaan yang dinilai bermasalah.“Terlebih Pak Erick Thohir dalam beberapa survey diunggulkan sebagai Capres/Cawapres, Maka dalam aksi ini sekaligus sebagai tantangan bagi beliau untuk menunjukkan keberpihakannya kepada kaum buruh,” tegas Riden yang juga menjabat sebagai Ketua Mahkamah Partai Buruh.
Adapun tuntutan yang diusung dalam aksi kali ini adalah sebagai berikut:Pertama,berkaitan dengan anak perusahaan PT PLN (Persero), meliputi:1.Tolak penurunan upah pekerja/tenaga alih daya (TAD).
2.Tolak jenis pekerjaanberdasarkan volume based dan
Pola kemitraan.3.Stop kecelakaan kerja di
lingkungan kerja PLN4.Angkat Tenaga Kerja Alih Daya
Editor : Investigasi Mabes