Kepala UPT Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup, Amrulloh menambahkan, program pendampingan lewat UKS bertujuan untuk mewujudkan sekolah peduli lingkungan. Kabupaten Banyuwangi memiliki program Sekolah Adiwiyata yang menjadikan pengelolaan sampah menjadi salah satu indikator penilaiannya.
“Di Banyuwangi, 15 persen sekolah sudah memenuhi kriteria indikator itu. Kita berharap jumlah sekolah yang mampu mengelola sampah secara baik dan berkelanjutan bakal bertambah,” kata Amrulloh.
Dalam acara itu, para promotor UKS dari sekolah-sekolah yang didampingi juga diajak untuk menilik tempat pengolahan sampah di Stikes, SMPN 2 Genteng, dan MTsN 3 Banyuwangi.
Di Stikes, sampah-sampah dari kampus diolah agar bermanfaat. Sampah-sampah organik diolah menjadi budidaya magot dan diolah menjadi kompos. Sementara sampah nonorganik dipilah untuk dipilih bagian yang masih bisa dimanfaatkan. (Red) Editor : Investigasi Mabes