Ia, menuturkan komitmennya untuk meningkatkan sinergi dan berkolaborasi dengan pondok pesantren untuk kemajuan pembangunan di Situbondo.
“Tentu ke depannya terus akan bersinergi dan berkolaborasi lebih baik lagi agar pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Situbondo lebih maju lagi,” imbuhnya
Bupati Karna menegaskan komitmen ke depannya terkait hasil Rekomendasi temu inklusi ini.
“Kalau di Situbondo sudah menjadi percontohan, karena di Situbondo para penyandang disabilitas terus kita beri support anggaran APBD Kabupaten Situbondo,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansah menyambut baik pelaksanaan temu inklusi ini di pondok pesantren Situbondo. Dan ia menilai bernilai plus bagi disabilitas.
“Saya sudah menyampaikan temu Inklusi pertama di Jogja, kedua di Jogja, ketiga keempat di Jogja, ke lima di Jawa Timur di Situbondo di pesantren salafiyah Syafi”iyah, insyaallah nilainya besar sekali bagi upaya untuk membangun harmoni diantaranya semuanya, harmoni diantara penyandang disabilitas, dan semua sektor yang harus memberikan kesetaraan,” tuturnya
“Saya tentu menyampaikan terima kasih karena Situbondo telah menyiapkan diri sebagai kabupaten ramah disabilitas. Ini tidak sederhana Tentu fasilitas harus dipersiapkan,” imbuhnya.Khofifah menceritakan bahwa dirinya terlibat langsung dalam proses pembuatan Undang-Undang disabilitas.
“Kebetulan saya berproses pada undang-undang penyandang disabilitas saat saya pimpinan komisi 8 DPR RI, kemudian mensos menjadi leading sektor. Ketika membahas UU disabilitas, saya mensosnya. Artinya perubahan dari charity approach bantuan belasan kasihan kemudian berubah human rights approach pada undang undang disabilitas,” jelasnya
Khofifah berpesan penting menjaga dan mewujudkan kesetaraan sebagai bangsa.
Editor : Investigasi Mabes