Mahasiswa ITB Ahmad Dahlan Jakarta Gelar Program MBKM di Desa Kampunganyar Banyuwangi

Foto Investigasi Mabes
Mahasiswa ITB Ahmad Dahlan Jakarta Gelar Program MBKM di Desa Kampunganyar Banyuwangi
Mahasiswa ITB Ahmad Dahlan Jakarta Gelar Program MBKM di Desa Kampunganyar Banyuwangi

InvestigasiMabes.com | Banyuwangi - Seorang mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berasal dari Ahmad Dahlan Jakarta, Imam Sutikno, menginisiasi sebuah program pengabdian masyarakat dalam rangka Mendikbud Kampus Merdeka (MBKM) di Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa timur dengan fokus utama pada pencegahan stunting. 

Program tersebut tidak hanya bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat pedesaan, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan stunting, yang merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di banyak daerah di Indonesia. 

Imam Sutikno dan timnya menyertakan dalam program MBKM ini serangkaian kegiatan yang difokuskan pada pendidikan gizi dan pola makan sehat bagi ibu hamil dan balita, serta penyediaan akses yang lebih baik terhadap sumber nutrisi yang berkualitas bagi masyarakat desa. 

"Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, kami sadar bahwa pencegahan stunting merupakan hal yang sangat penting. Oleh karena itu, kami mengintegrasikan program kesehatan dan gizi dalam program MBKM kami di Desa Kampunganyar," ungkap Imam Sutikno. 

Selain itu, Imam Sutikno dan timnya juga bekerja sama dengan tenaga kesehatan setempat untuk memberikan pemantauan kesehatan secara berkala kepada ibu hamil dan balita, serta memberikan edukasi tentang praktik-praktik perawatan kesehatan yang baik. 

Keberhasilan program MBKM yang menekankan pencegahan stunting ini mendapat sambutan hangat dari warga desa dan pihak pemerintah setempat. Diharapkan, upaya yang dilakukan oleh Imam Sutikno dan timnya dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam mengurangi angka stunting di Desa Kampunganyar dan sekitarnya. 

Imam Sutikno dan timnya berharap bahwa melalui program ini, mereka dapat menjadi agen perubahan yang membawa manfaat nyata bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan, serta memberikan inspirasi bagi mahasiswa lain untuk turut berperan aktif dalam upaya pencegahan stunting di berbagai wilayah di Indonesia. (Yanto)

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini