Ia mengatakan program Besti itu untuk masyarakat Kabupaten Bandung yang ingin melanjutkan kuliah. Bahkan selama Kang DS menjadi Bupati Bandung, pihaknya akan terus berusaha memperjuangkan program Besti ini.
Apalagi menghadapi Indonesia Emas 2924, katanya, ada lima hal yang harus dipersiapkan. Pertama peningkatan sumber daya manusia yang profesional dan paham digitalisasi.
"Kalau tak paham hal ini akan ketinggalan. Karena tantangan masa depan akan semakin berat," katanya.
Kang DS pun mengungkapkan tiga muatan lokal di sekolah TK, SD dan SMP. Pertama pendidikan Pancasila dan UUD 1945. Kedua, pendidikan bahasa Sunda dan budaya Sunda, ketiga pendidikan mengaji dan menghafal Al-Qur'an.
"Dengan adanya pendidkan muatan lokal ini, guru ngaji datang ke sekolah dalam rangka membentuk anak bangsa kita di masa yang akan datang yang berkarakter dan berakhlakul karimah," ujarnya.
Kang DS pun berjanji bahwa 13 program prioritas itu, di antaranya program insentif guru ngaji akan terus dilanjutkan selama dirinya jadi Bupati Bandung.
Pada pelaksanaan Rembug Bedas itu, Bupati Bandung langsung merespon apa yang menjadi aspirasi masyarakat, di antaranya terkait penataan atau pembangunan jalan di desa tersebut."Penataan atau pemeliharaan jalan bisa dianggarkan dari APBD Perubahan," harapnya.
Ia pun menjelaskan manfaat program BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Disaat mengalami kecelakaan, untuk biaya perawatan bisa dicover oleh BPJS. Demikian pula disaat meninggal dunia, ahli warisnya mendapatkan santunan Rp 42 juta.
"Kalau sudah tiga tahun keanggotaan BPJS-nya, ahli warisnya mendapatkan santunan Rp 174 juta untuk melanjutkan pendidikan anak-anaknya atau kuliah," katanya.
Editor : Investigasi Mabes