Sepulang dari pesantren, sekitar pertengahan tahun 1950-an, mbah guru KH Nursyid menikah dengan Ny. Sayidah dan berkiprah mengajar di kampung halamannya melalui di dunia pendidikan, demikian disampaikan secara ringkas oleh ustadz Miftahussururi, tanpa mengurangi esensinya.
Acara Pengajian Akbar dalam rangka Houl ke-9 KH Nursyid tahun 2024 malam ini, diadakan oleh Ikatan Remaja Masjid (IRMAS) bersama Alumni Santri Masjid Al Khoirot adalah sebagai wujud syukur murid terhadap mbah guru KH Nursyid.
Muhammad Soim selaku ketua panitia kegiatan mengatakan, "Mudah-mudahan dengan kegiatan Haul seperti ini bisa membawa kebaikan bagi masyarakat dan mendapatkan keberkahan dunia dan akhirat. InsyaAllah acara haul mbah guru KH Nursyid ini akan diadakan setiap tahunnya atas dasar kesepakatan panitia dan alumni santri masjid Al Khoirot," ujarnya.
Ia juga menambahkan, "Kegiatan setiap tahun ini berbeda-beda, terkadang kita buat sangat sederhana, tetapi terkadang kita membuat kegiatan yang besar seperti yang kami lakukan saat ini, dengan menghadirkan penceramah ning Umi Laila dari Surabaya,” imbuh Soim dalam keterangan yang disampaikan kepada awak media.
Perlu diketahui, Umi Laila memiliki nama lengkap Ummi Lailatul Rahmah Hadi. Ia lahir di Surabaya, 8 Agustus 2000, dan saat ini berusia 23 tahun.
Gadis yang kerap disapa Ning Umi Laila ini tercatat baru saja menyelesaikan pendidikannya di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, ia lulus sebagai Sarjana Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK).
Umi Laila merupakan anak sulung dari pasangan Almarhum Edy Rahmatullah (Kiai Granat) dan nyai Sulastri.Ayahnya merupakan salah satu pengurus Nahdlatul Ulama di Surabaya sekaligus pemuka agama yang cukup terkenal di Jawa Timur. Sementara itu, ibunya juga seorang pendakwah.
Umi Laila tercatat memiliki dua adik laki-laki, yang bernama Nabil Rahmatullah dan Ali Ziviar Rahmatullah.
Perjalanan Umi Laila Menjadi Pendakwah,
Editor : Investigasi Mabes