Hasil Investigasi LSM dan Tim Media.
Banyak Temuan dilapangan proyek semenisasi yang belum Beberapa bulan usai dikerjakan sudah ada yang patah dan retak-retak, seperti Pembangunan/peningkatan Jalan Semenisasi Lingkungan Permukiman (SLP) :* Kel, Tuah Karya 17 Kec. Tuah Madani Kota Pekanbaru.
* Kel. Sidomulyo Barat 14 Kec. Tuah Madani Kota Pekanbaru.* Kel. Sialang Munggu 8 Kec. Tuah Madani Kota Pekanbaru.
* Desa Tarai Mandiri Kec. Tambang Kab. Kampar.
Ada sebagian yang tidak memakai Plang Nama proyek, penggunaan besi Wiremesh yang berkarat, ukuran diameter Wiremesh yang tidak sesuai spesifikasi, dan pemasangan tahu beton yang acak-acakan, Site Clearing yang tidak sempurna, sehingga menyebabkan pekerjaan menjadi tidak sempurna, untuk itu aktivitas LSM meminta Pj Gubernur Riau memblacklis Kontraktor dan segera diperbaiki proyek yang bermasalah tersebut.
Disamping teknis pelaksanaan yang amburadul, kwalitas dan mutu beton yang terpasang juga perlu untuk dilakukan uji laboratorium, karena berdasarkan pandangan kasat mata dan keterangan dari oknum konsultan yang pernah mengawasi pekerjaan, menilai mutu pekerjaan beton sekarang ini perlu dipertanyakan, kalau ini tidak mungkin K225, ini paling-paling tinggi K175 ungkapnya, untuk lebih pastinya tentu tentu dilakukan uji laboratorium, masa ia K225 hasilnya retak-retak dan patah seperti ini cetusnya.
Mengutip Radar Pekanbaru edisi 31 Mei 2024 dengan judul "Banyak Proyek Semenisasi Dikerjakan Asal-Asalan, Patah dan Banyak Retak, Forum Keluarga Besar Kejaksaan Ancam Laporkan Kadis PU Riau".Forum Komunikasi Keluarga Besar Kejaksaan (FKKBK) Provinsi Riau mendapati aduan masyarakat dilapangan banyak proyek dikerjakan asal jadi dan patut diduga tidak sesuai bestek.
"Kami cek dilapangan banyak masalah dan hampir dipastikan baru dikerjakan sekitar dua minggu namun sudah hancur dan patah" kata Sekretaris Forum Komunikasi Keluarga Besar Kejaksaan Provinsi Ria (FKKBK), Jhon Romi Sinaga.
Menurut Jhon Romi Pemprov Riau harusnya tidak tutup mata atas banyaknya proyek gagal selama kepemimpinan Kadis PU Arif.
Editor : Investigasi Mabes