Posyandu Jiwa "Kencan Sehati" Desa Pademonegoro, Rutin Adakan Kegiatan Positif Bagi yang Tersayang

Foto Investigasi Mabes
Posyandu Jiwa "Kencan Sehati" Desa Pademonegoro, Rutin Adakan Kegiatan Positif Bagi yang Tersayang
Posyandu Jiwa "Kencan Sehati" Desa Pademonegoro, Rutin Adakan Kegiatan Positif Bagi yang Tersayang

InvestigasiMabes.com | Sidoarjo - Memperoleh pelayanan kesehatan dengan penyelenggaraan pembangunan kesehatan. menarik di Desa Pademonegoro Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Pasalnya, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau diistilahkan dengan yang tersayang di desa ini, justru mendapat perhatian lebih.Salah satunya, kegiatan rutin berupa Posyandu Jiwa atau posyandu khusus bagi pengidap sakit jiwa yang diberi nama "Sehat Jiwa".

  

"Kegiatan pos yandu jiwa Sehat Jiwa itu intinya kita pemdes berupaya membantu untuk mereka yang disebut yang tersayang," kata Kepala Desa PademonegoroPara ODGJ atau yang tersayang ini, oleh pihak Desa Pademonegoro diberikan wahana berkumpul dan diberikan kegiatan positif.

 "Para ODGJ ini, setiap bulan diajak kumpul untuk bersama- sama latihan," ujarnya. Latihan yang dimaksud berupa kesenian, olahraga dan berbagai kegiatan lain yang dapat dilakukan orang dengan gangguan mental ini.

 "Latihannya ya, seperti karawitan juga olahraga," ungkapnya. Jika usia ODGJ ini dewasa, maka pihak keluarga yang mengantar dan mendampingi. Namun, jika masih punya orang tua atau usia anak dan remaja, maka saat latihan didampingi oleh orang tuanya.

 "Para yang tersayang ini didampingi oleh orang tua atau saudaranya saat latihan atau berkegiatan," ungkapnya. Keberlangsungan posyandu jiwa ini disebut tidak lepas dari peran kader dan pemerintah Desa Pademonegoro.

 "Untuk melatih mereka maka penting sekali pengetahuan dan keterampilan kader agar meningkatkan kualitas pelayanan posyandu ini," terangnya.

Kepala Desa Pademonegoro ini menegaskan, pembentukan Posyandu Jiwa ditujukan selain untuk mendekatkan akses pelayanan juga untuk pengembangan pelayanan serta upaya untuk menghilangkan stigma masyarakat pada ODGJ. 

"Sakit bukanlah harapan semua, untuk itu penderita sakit jiwa harus di wongke (di orangkan), sama seperti masyarakat lainnya," pungkasnya.(tok)

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini