Komunitas Aliansi Peduli Difabel, Lansia, dan Dhuafa: Perjuangan Tanpa Batas

Foto Investigasi Mabes
Komunitas Aliansi Peduli Difabel, Lansia, dan Dhuafa: Perjuangan Tanpa Batas
Komunitas Aliansi Peduli Difabel, Lansia, dan Dhuafa: Perjuangan Tanpa Batas

InvestigasiMabes.com | Cirebon - Berawal dari sebuah pemikiran sederhana, seorang pemerhati kaum difabel, lansia, dan dhuafa di Kabupaten Cirebon berhasil membangun komunitas yang menjadi pelita harapan bagi mereka yang membutuhkan. Dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh tim sukses salah satu pasangan calon (paslon) Pilbup, kami bertemu dengan sosok-sosok inspiratif yang dengan penuh dedikasi membangun komunitas ini.Salah satu penggagas komunitas ini adalah Indi Dwi Lestari, seorang ibu rumah tangga sederhana yang dengan semangat tinggi berjuang bersama rekan-rekannya. Visi dan misi mereka jelas: memberdayakan kaum difabel, lansia, dan dhuafa agar mampu berdiri mandiri dan tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Ibu Indi dibantu oleh Yulianah, warga Desa Mertapadawetan, Kecamatan Astanajapura. Bersama-sama, mereka aktif memberikan dukungan dan berbagi pengalaman dengan anggota komunitas lainnya.

Di sebuah rumah sederhana di Perumahan Bukit Nungguk, Desa Cangkoak, Kecamatan Dukupuntang, mereka rutin berkumpul untuk memecahkan berbagai masalah dan mencari solusi. Rumah ini, milik pribadi Ibu Indi, juga berfungsi sebagai sekretariat komunitas. Saat kami wawancarai, kedua wanita ini menyambut dengan senyum hangat, mencerminkan semangat dan ketulusan dalam perjuangan mereka.

Tidak hanya itu, komunitas ini juga memiliki sosok panutan bernama Abi Karsidi, seorang penyandang tuna daksa yang aktif membina dan menginspirasi sesama difabel di Cirebon Barat. Berkat inisiatifnya, berbagai kegiatan positif seperti pembagian sembako, penyediaan alat bantu difabel, dan pemutakhiran data difabel, termasuk pembuatan KTP, telah terlaksana secara berkelanjutan.

Ketika ditanya mengenai dukungan pemerintah, mereka menyampaikan bahwa pihak Dinas Sosial dan beberapa tokoh pemerintahan telah memberikan perhatian serta fasilitasi yang baik. Mengenai legalitas komunitas ini, mereka optimis akan segera memiliki payung hukum berupa yayasan sosial di bawah naungan Kemenkumham.Demikian hasil liputan kami dari InvestigasiMabes.com. Semoga perjuangan luar biasa ini terus membawa berkah dan menginspirasi banyak pihak untuk peduli terhadap kaum difabel, lansia, dan dhuafa di seluruh Indonesia.

(Suherman)

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini