Saya secara langsung memiliki koneksi emosional terhadap Utrecht FC.
Akul dari awal percakapan pertama ini saya merasa bahwa mereka sungguh-sungguh ingin saya. Mereka tidak pernah meninggalkan saya setelah itu.
"Saya menunjukkan diri saya sebaik mungkin dan berharap mendapatkan kesempatan, semoga segera," ujarnya.
Pada kemenangan akhirnya di lapangan rumahnya untuk Vitesse, ia mengucapkan selamat jalan pada klub sedangkan tidak dapat menahan air matanya.
Dia mengaku bahwa itu merupakan momen yang emosional, terutama karena ia yang menyumbang gol pada pertandingan tersebut.
Baca Juga:
Partai akhir di kandang menjadi hari yang amat emosional. Setelah peristiwa itu, saya bisa melupakannya.
Saya harus melangkah maju, sebagai individu dan pemain. Sekarang fokus saya diarahkan pada Utrecht.
Ini tetap menjadi klub yang kupilih ketika saya masih kecil, tempat saya duduk di tribun sebagai seorang anak dan bermain sepanjang hidup saya.
"Saya yakin Vitesse akan baik-baik saja dari segi keuangan," kata Jonathans.
Editor : Investigasi Mabes