"Mengetahui cara menggunakan otot saya, berlatih dengan lambat dan stabil, sehingga pembakaran kalori lebih efisien ikut saya sadari bahwa saya perlahan berada di jalur yang tepat," kata Linh.
Dia memberikan 30 menit setiap hari untuk berolahraga di rumah.
Makan 5 kali sehari
Linh tidak hanya melibatkan diri dalam aktivitas fisik. Ia juga menerapkan pola diet hingga 80% penuh, memastikan ia makan perlahan-lahan dan melakudakannya dengan cacanya saat makan. Menurut penelitian, sekitar 20 menit kebutuhan perut untuk mengirimkan sinyal kenyang ke otak.
Linh makan secara teratur setiap hari, bahkan hingga 5-6 kali. Ia memastikan untuk memasukkan keempat kelompok nutrisi utama ke dalam menu harian, yaitu karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral.
Yaitu berubah pola makan menjadi lebih seimbang dengan pola makan yang lebih sehat, seperti makanan yang dibuat sedikit dari campuran bihun, sayuran, atau buah-buahan. Menggabungkan semua hal ini dengan olahraga cardio secara konsisten dapat melepaskan sekitar 58 kg berat badan.
Tetap menjalani
Linh pernah merasa ilkag untuk menyerah ketika penurunan berat badannya stagnan. Ia banyak mempertanyakan dirinya sendiri dan hampir menganggap untuk kembali mengonsumsi cuka demi efektifitas penurunan berat badan yang lebih signifikan.
Sebelum kembali ke pola makan yang biasanya.
Linh mendapatkan bantuan untuk berlanjut maju dan berat badannya mulai mengebantu menurun lebih lanjut. Linh mengonsumsi kalori berkurang dari yang dibakar, memancing tubuh untuk menyesuaikan metabolisme, memperlambat untuk menghemat energi.
Untuk konsumsi kalori yang lebih tinggi dalam jangka waktu tertentu, Tubuh Bunda sebenarnya bekerja keras, mengembalikan metabolisme ke tingkat optimal untuk penurunan berat badan yang berkelanjutan.
Pilihan Redaksi
|
Ingin mencoba diet seperti yang berevolusi dengan metode ex of Linh? Perlu diingat, sebelum memulai, pastikan Bunda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter gizi.
Editor : Investigasi Mabes