Ia menjelaskan, usai pelaku keluar dari lokasi dengan sepeda motornya, baru diketahui bahwa ada rumah warga yang telah dibobol maling.
"Kami merasa curiga ini orang tidak kami kenal tapi berada disini, sementara disinikan ternak banyak, kami memang hari-hari selalu waspada disini. Setelah (Pelaku) keluar dari sini ada yang ngomong, ada bongkar rumah (kemalingan). Karena kami dag berani nahan dio tu, soalnya dio megang senjato,"terangnya.
Atas kejadian ini, lanjut Yanto masyarakat pun melaporkannya ke pihak Kepolisian Sektor Sekernan.
"Setelah itu jumpa lah dengan kawan tu (warga Desa Suak Putat lainnya) ada yang ngasih tau bahwasanya anak ini (pelaku) sudah melakukan pencurian, kami pun ngasih inisiatif dag usah dikejar, itu anak ada senjata api, terus pak RT punya inisiatif juga lapor ke pihak kepolisian,"ungkapnya.
Apresiasi terhadap pihak Kepolisian Sektor Sekernan juga datang dari Sulaiman, korban pencurian sepeda motor di Desa Pulau Raman, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Jambi.
Sulaiman yang juga mantan Kades Pulau Raman ini mengaku bahagia, karena sepeda motor miliknya yang sebelumnya hilang dicuri oleh pelaku akhirnya berhasil ditemukan.
Sulaiman mengatakan, meski pelaku merupakan bagian dari keluarganya, namun ia berharap Zulkarnain mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya."Dijalaninlah hukum, karena itu (pelaku) dag jauh dari keluarga sayo, cucu sayo, mudah-mudahan dio jera. Jadi motor sayo sayo ambil bae, alhamdulillah motor sayo dapat. Sayo terimakasih pak dengan Polsek Sekernan, melalui pak Polsek Zul ini tertangkap, tidak lagi berbuat untuk kedepannyo,"kata Sulaiman.
Sulaiman pun bercerita bahwa pelaku sempat datang ke rumahnya dan mengancam dengan senjata api. Saat itu warga tengah ramai berkumpul dirumah Sulaiman.
Pelaku datang ke rumah Sulaiman untuk membela diri dari tuduhan warga, atas pencurian sepeda motor milik Sulaiman yang terjadi pada 17 November 2024 lalu.
Editor : Investigasi Mabes