Mereka hanya menunjukkan kebenaran kepada segelintir individu yang sungguh-sungguh mengerti mereka. Hal ini menyebabkan lingkaran sosial mereka tampak terbatas, namun sangat berharga dari sisi emosi.
- mereka mengutamakan waktu di atas segala-galanya
Untuk mereka, waktu merupakan harta terpenting. Mereka enggan membuangnya pada hal-hal yang tak menambah manfaat.
Bisa jadi alasannya adalah karena mereka kerap kali tidak hadir di acara sosial ataupun pertemuan-pertemuan informal tersebut.
Lebih cenderung mereka menyisihkan waktunya untuk hal-hal yang membantu mencapai sasarannya dalam jangka waktu lama.
- Mereka Terus Berkembang
Para individu berhasil yang kurang memiliki banyak sahabat umumnya mempunyai motivasi besar untuk tetap melanjutkan proses pembelajaran serta pertumbuhan pribadi. Mereka selalu ingin menambah pengetahuan dan merasakan berbagai macam pengalaman guna mengoptimalkan mutu kehidupannya.
Misalnya, seorang peneliti mungkin cenderung memilih untuk ikut serta dalam konferensi global atau membaca literatur saintifik dibandingkan berinteraksi sosial. Mereka menjadikan pertumbuhan diri sebagai fokus utama.
- Mereka Memiliki Motivasi Intrinsik
Mereka terdorong oleh motivasi internal, bukannya mencari pujian atau konfirmasi dari luar. Tidak seperti kebanyakan orang, mereka tak perlu apresiasi dari pihak lain untuk menghargai kesuksesan yang telah dicapai.
Ini membolehkan mereka melanjutkan perjalanan meskipun tak ada pihak di dekatnya yang mensupport atau mengerti tentang visinya.
Keyakinan diri itu memberikan dorongan bagi mereka agar bisa bertahan walaupun harus melangkah sendirian. pri/jawapos.com )
Editor : Investigasi Mabes