Kakakkaka masa lalu waktu saya masih SMP sering mencuri uang koin 3 ewu untuk membeli mie instan, dan sekarang dengan uang yang sama bisa membeli iPhone,
Anak SMP berani mencuri 20 juta, kata edyan,
Sedikit saja sertifikat rumah bisa dijual, berhati-hatilah,
Membeli ponsel bekas secara langsung di Facebook benar-benar menantang, terutama karena Anda mendapatkan kisah unik dari sang pemilik.
Menurut laporan dari Kompas.com, setiap orang tua pasti menginginkan anak mereka berkembang dengan sehat dan menampilkan tingkah laku yang positif. Akan tetapi, tak dapat dipungkiri bahwa ada kalanya anak melanggar norma-norma masyarakat, seperti halnya perbuatan membajak atau mencuri.
Menurut statistik paling baru dari Badan Pusat Statistik (BPS, 2021), kejahatan pencurian adalah salah satu bentuk kriminal yang lumayan umum di Indonesia. Di tahun 2018, laporan menunjukkan bahwa hal tersebut tercatat di antara 11 sampai 76 persen wilayah perdesaan atau perkotaan di seluruh propinsi, menghasilkan jumlah keseluruhan kasus sebanyak 37.778.
Maka dari itu, sangat penting bagi kita untuk dengan cepat mengatasi tindakan curang pada anak-anak sedini mungkin supaya hal tersebut tak menjelma jadi suatu masalah besar atau malahan terjerumus ke ranah hukum. Akan tetapi, sebelum melaksanakan langkah-langkah ini, para orang tua harus pula memahami berbagai alasan yang dapat membuat si buah hati mereka tertarik untuk merampas barang milik orang lain tanpa izin.
Paling tidak terdapat empat alasan pokok yang membuat seorang anak dapat berbuat mencuri:
1. Kondisi Sosial Ekonomi
Anak-anak yang dibesarkan dalam rumah tangga berpendapatan rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami perbuatan kriminal seperti pencurian (Prayetno, 2013). Apabila kebutuhan dasar mereka tak tersedia, anak tersebut mungkin akan tertarik mendapatkan benda-benda yang dinginkan melalui cara-cara negatif.
Editor : Investigasi Mabes