Kronologi Remaja SMP Curian Rp 20 Juta demi Beli iPhone, Orang Tuanya Kaget dan Memohon Refund kepada Pedagang Handphone

Foto Investigasi Mabes
Kronologi Remaja SMP Curian Rp 20 Juta demi Beli iPhone, Orang Tuanya Kaget dan Memohon Refund kepada Pedagang Handphone
Kronologi Remaja SMP Curian Rp 20 Juta demi Beli iPhone, Orang Tuanya Kaget dan Memohon Refund kepada Pedagang Handphone

Keadaan tersebut pun dapat mengakibatkan perasaan cemburu sosial ataupun dengki terhadap kawan-kawan sekolah yang memiliki berbagai fasilitas atau benda-benda mewah lebih banyak, hal itu nantinya bisa menyebabkan perilaku mencuri (Prayetno, 2013).

2. Metode Pengasuhan di Dalam Rumah Tangga

Orang tua berperan signifikan dalam mendidik anak tentang prinsip-prinsip etis dan tata cara sosial (Astuti, 2011). Jika seorang anak kurang memahami standar ini, mereka akan mengalami kesulitan untuk menentukan apa yang termasuk tingkah laku yang tepat atau keliru.

Kekurangan pengetahuan ini dapat menyebabkan anak berpikir bahwa perbuatan curang bukan suatu hal yang salah. Selain itu, apabila orang tua tidak konsisten menegakkan hukuman akibat pelanggaran tersebut, si anak cenderung akan melanjutkannya secara berulang-ulang.

Orang tua harus memberikan respon yang tegas tetapi pendidik, misalnya dengan mendorong anak untuk mengembalikan benda tersebut, minta maaf, serta jelaskan bahwa perbuatan curang itu tak bisa dimaafkan. Kadang-kadang, orang tua malah menolerir tingkah laku ini karena berpikir si kecil masih kurang paham. Namun, pemrograman moral sedari awal amat krusial supaya sang buah hati belajar bertanggung jawab terhadap setiap gerak langgam mereka.

3. Dampak Negatif dari Lingkungan atau Contoh yang Tidak Baik

Menurut teori pembelajaran sosial (Bandura seperti dikemukakan oleh Feist, Feist, dan Roberts pada tahun 2013), anak-anak dapat mempelajari sesuatu melalui pengamatan mereka terhadap sekitar. Bila si kecil hidup dalam suatu lingkungan tempat tingkah laku mengambil milik orang lain banyak ditunjukkan atau jika dia sering menyaksikan konten yang memiliki skenario perampokan, maka ada kemungkinan besar bahwa anak akan mereplikasi perilaku itu sendiri (seperti disebutkan Wulandari, 2014).

Sebaliknya, apabila setelah berbuat curang, si anak justru mendapat kegembiraan seperti dapat membeli camilan atau mainan, dia cenderung melakukan hal tersebut kembali. Karenanya, sangat vital bagi para orang tua untuk paham betul tentang dunia di sekitar tempat pertumbuhan dan perkembangan sang buah hati.

4. Ketidakmampuan Menjaga Kontrol Diri

Mengatur diri sendiri merupakan elemen krusial yang berdampak pada tingkah laku si kecil (Karlina, 2020). Buah hati dengan kontrol emosi dan perilaku rendah memiliki kans lebih besar untuk menyalahi peraturan, bahkan hingga mencuri walaupun mereka sadar kalau itu tidak benar.

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan


Berita Terkait
Terkini