Padahal, dari kepiawaian melakukan reportase dan investigasi inilah nilai (value) seorang wartawan ditentukan. "Karena standar kompetensi seorang wartawan ditentukan produk jurnalisnya," katanya.
Pemuatan berita-berira rils instansi yang bersifat seremonial, demikian Wahyudi, pada akhirnya menjebak wartawan itu sendiri. "Nilai materinya juga tak seberapa. Apalagi nilai harga diri," katanya.
Inisiator Acara Diskusi Jurnalistiki, Ali Amran Piliang, mewakili peserta mengungkapkan rasa terima kasih atas kesediaan Wahyudi berbagi pengalaman.
"Kami berharap acara seperti ini bisa berlanjut dan ditingkatkan pada kajian jurnalistik yang lebih serius," harap Ali Amran. Koto Editor : Investigasi Mabes