Warga peserta aksi juga turut menyoroti keberadaan UPTD Alkal Dinas PUPR Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yang diduga tak memberi perhatian terhadap kerusakan jalan di Kecamatan Sadu.
Warga Sadu berharap adanya solusi dari pemerintah daerah terkait kerusakan jalan ini.
"Selama jalan rusak kami gotong royong terus pak, ndak pernah orang UPTD Alkal nongol,"kata warga.
Sementara itu, Camat Sadu Faisyal tampak tersulut emosi saat menyambut kehadiran pendemo. Aksi damai oleh masyarakat Sadu inipun sempat diwarnai ketegangan.
Dengan nada tinggi, sang Camat mempertanyakan soal tidak adanya koordinasi antara warga dengan pemerintah kecamatan soal perbaikan jalan rusak yang dilakukan secara swadaya oleh warga.
"Yang namanya kegiatan gotong royong saya mau tanya, siapa yang diantaranya kita semua pernah berkoordinasi lebih awal dengan saya?. Eh hati-hati, perubahan dari pada bentuk aset itu harus dipertanggungjawabkan. Aparatur menggunakan anggaran dari perubahan bentuk aset, salah satunya jalan, itu harus dipertanggungjawabkan,"tutur Camat Sadu, Faisyal.Ia menjelaskan bahwa selama ini tidak ada satupun Kepala Desa dari 8 Desa di Kecamatan Sadu yang berkoordinasi dengannya, terkait persoalan kerusakan jalan yang terjadi.
"Termasuk Kades, 8 Kades yang ada disini (Kecamatan Sadu) satupun tidak ada yang berkoordinasi dengan saya, apa yang harus kita lakukan?. Swadaya itu butuh izin, butuh koordinasi dengan pemerintah setempat, tau-tau ini terjadi ujuk-ujuk disini demo. Ada solusi yang kita ambil rekan-rekan sekalian, ada jenjang, masyarakat punya Kades sebagai kepala wilayah, satupun (Kades) tidak ada yang berkoordinasi ke saya, apa yang harus kita lakukan,"tandasnya.
Dalam aksi demo di halaman depan kantor Camat ini, masyarakat Sadu berharap agar kondisi kerusakan jalan dapat segera diperbaiki oleh pemerintah, agar akses perekonomian, pendidikan dan kesehatan masyarakat tersebut dapat dilintasi dengan aman dan nyaman.
Editor : Investigasi Mabes