Padahal kata dia, pengrusakan rumah bukanlah perkara ringan. Selain merugikan secara materi, kejadian itu juga menimbulkan trauma psikis yang mendalam bagi korban dan keluarganya.
Ironisnya, menurut Daeng Ngawing, dalam beberapa kasus lain, aparat kepolisian bisa begitu cepat dan tegas bertindak ketika pelapornya memiliki posisi atau pengaruh. Sementara dalam kasus ini, korban justru harus menunggu hingga bertahun-tahun tanpa kepastian.
Hingga berita ini tayang, belum ada tanggapan resmi dari pihak Polres TakalarTakalar. Namun pihak keluarga korban berharap Kapolres Takalar yang saat ini menjabat dapat membuka kembali dan menindaklanjuti kasus tersebut secara serius, agar tidak terkesan ada pembiaran terhadap tindak kriminal yang telah merugikan warga. (*) Editor : RedakturSumber : Team