Jalur alternatif seperti Pantura dan Ijen jelas tidak didesain untuk menampung beban truk logistik sebanyak itu. Tanpa manajemen lalu lintas yang jelas, yang terjadi hanyalah memindahkan kemacetan dari satu titik ke titik lain.
Sebagian besar warga tidak peduli seberapa banyak negara peserta TdBI. Yang mereka butuhkan adalah akses jalan yang lancar, kapal yang laik, distribusi sembako yang tidak terganggu, dan bahan bakar yang tidak langka karena truk-truk BBM terjebak macet.
Sangat tidak adil jika warga yang bekerja keras di sektor informal justru menjadi korban kebijakan yang lebih mementingkan "glamour" event internasional dibanding kepastian mobilitas dan keselamatan mereka.Pemerintah perlu diingatkan bahwa tugas utamanya adalah melayani, bukan mempertontonkan. Jalan yang layak dan penyeberangan yang aman jauh lebih berarti daripada rute balap sepeda bertaraf dunia.
Editor : RedakturSumber : Yanto lpkmi