Menurut informasi awal, rencana pembangunan peternakan babi ini ditujukan untuk memenuhi pasar ekspor luar negeri, terutama karena Indonesia dinilai memiliki peluang besar sebagai pusat peternakan babi modern. Investor dikabarkan mengincar Jepara karena dekat pelabuhan dan punya lahan luas.
Namun, rencana ini tidak memperhatikan sensitivitas sosial-keagamaan masyarakat lokal. Warga menganggap proyek ini dapat menyinggung keyakinan mereka, karena babi dianggap najis dalam Islam.
"Nur Said, advokat muda ini, menuding proyek ini dijalankan secara politis demi kepentingan kelompok tertentu, bukan untuk kesejahteraan masyarakat." Tutupnya. (Masdur). Editor : RedakturSumber : Team