Langkah bijak ini kembali menegaskan wajah Polri yang humanis, bukan sekadar penegak hukum, tetapi penjaga harmoni sosial.
"Biarlah ini menjadi preseden baik, bahwa hukum tidak selalu harus menghukum. Kadang, yang dibutuhkan adalah ruang untuk menyesal, memaafkan, dan memperbaiki," tandas Kapolres.
Di balik semua ini, Widodo kini bisa bernafas lega. Ia kembali ke pelukan keluarganya, membawa pelajaran dan tekad baru untuk tidak mengulangi kesalahan. Dan Sragen pun mencatat satu lagi kisah indah tentang keadilan, yang bukan hanya tentang palu dan hukuman, tetapi juga tentang hati dan pengampunan. (Red). Editor : Investigasi MabesSumber : Tim