“Buka semua dokumen: RAB, tender, hasil pengujian material. Kalau perlu, bentuk Tim Gabungan Independen,” desak Hadi Firmansyah, Humas DPW APRI Kalbar.
Akademisi teknik sipil dari Pontianak juga menegaskan pentingnya membuka dokumen proyek ke publik. “Ini bukan gedung pribadi, ini gedung rakyat. Maka rakyat berhak tahu kualitas dan ke mana uangnya mengalir,” ujarnya.
Gedung Megah, Kepercayaan Runtuh
Plafon bisa diperbaiki. Tapi kepercayaan publik yang hancur sulit dibangun kembali. Bagi banyak masyarakat, runtuhnya plafon Gedung Garuda kantor gubernur adalah simbol rusaknya akuntabilitas proyek negara.“Kalau gedung gubernur saja ambruk, bagaimana dengan sekolah, puskesmas, dan jembatan desa yang dibangun tanpa sorotan publik?” tanya seorang warga Pontianak dalam diskusi publik.
Editor : RedakturSumber : Team