Kapolresta menegaskan bahwa momen ini bukan hanya ritual budaya. “Kirab Boyongan juga mengingatkan kita tentang pentingnya sejarah dan identitas lokal,” katanya. “Pati bukan sekadar wilayah administratif, tetapi tanah perjuangan dan warisan budaya yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Selain itu, kirab menjadi bagian dari pendidikan budaya bagi generasi muda. “Kami senang melihat banyak pelajar terlibat sebagai peserta. Ini cara yang baik untuk menanamkan cinta budaya sejak dini,” tambah Kapolresta.
Antusiasme warga yang tinggi juga dinilai sebagai bukti keberhasilan pendekatan humanis aparat keamanan. “Pengamanan kami mengedepankan dialog dan empati. Alhamdulillah, semua berjalan lancar,” tutup Kapolresta Jaka.(Humas Resta Pati/ Ari)
Editor : RedakturSumber : Team