"Siang komandan, izin saya meneruskan berita ini," tulis Arlen menjapri nomor WA Kapolres Andreanaldo dengan meneruskan tautan link berita yang dijelaskan di atas.
Di awal mukadimah memang Arlen belum menunjukkan identitas jurnalisnya. Ia memilih menunggu respon Andreanaldo lebih dulu sebelum meminta komentar. Ini hanya soal teknik wawancara saja. Tak ada hubungan dengan etika jurnalis. Ini merupakan salah satu trik wartawan untuk menggiring narasumber lebih terbuka.
Sebab dari 11 Pasal yang terkandung dalam Kode Etik Jurnalistik (KEJ), justru Arlen sedang berupaya memenuhi ketentuan di Pasal 3 dengan menguji informasi dan tidak menghakimi: "Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah".
Hanya saja Andreanaldo keburu kebakaran ekor dan langsung bereaksi atas berita kritik yang dirilis investigasimabes.com.Sebab selang 81 menit kemudian suasana menjadi gaduh, tempramen Andreanaldo yang labil seketika memuncak, Andreanaldo menyerang Arlen menggunakan bahasa yang tak pantas, Andreanaldo dengan vulgar menghina profesi Arlen sebagai wartawan dan merendahkannya tanpa ba-bi-bu.
Editor : RedakturSumber : Team