Bukan Wartawan yang Tak Beretika, tapi Kapolres Andreanaldo yang Kurang Attitude

Foto Redaktur
Bukan Wartawan yang Tak Beretika, tapi Kapolres Andreanaldo yang Kurang Attitude
Bukan Wartawan yang Tak Beretika, tapi Kapolres Andreanaldo yang Kurang Attitude

"Berarti wartawan bodrek ang mah, ndak monitor perkembangan," balas Andreanaldo yang tentu saja membuat Arlen kelimpungan dan mengurungkan niatnya untuk melanjutkan konfirmasi kebenaran berita tadi.

Hinaan yang dilontarkan Andreanaldo sebagai kapolres, seyogianya pejabat publik yang siapapun berhak meminta informasi dari dirinya--apatah lagi wartawan yang dikenal sebagai mitra kerja Polri--tak secuilpun mencerminkan attitude Andreanaldo sebagai perwira menengah kepolisian.

Rapor merah atas etika berlembaga dan bermasyarakat Andreanaldo selaku pemimpin di Polres Pariaman pantas disematkan. Institusi Polri patut kiranya agar melakukan evaluasi menyeluruh kepada Andreanaldo.

Sudahlah menghina profesi wartawan dengan sebutan "wartawan bodrek", Andreanaldo membumbui ucapannya dengan kata "ang"; dalam dialek Minang, lebih-lebih di Pariaman, konotatif kata "ang" bermakna kasar. Kata "ang" ini biasa digunakan preman pasar sebagai wujud kecongkakan.

Sedangkan peyorasi dari bahasa "wartawan bodrek" menggambarkan wartawan yang tidak profesional, tidak kredibel, bahkan dianggap abal-abal. Ucapan penghinaan yang sangat merendahkan profesi jurnalis sebagai pilar keempat demokrasi.

Editor : Redaktur
Sumber : Team
Bagikan


Berita Terkait
Terkini