“Setiap unggahan di ruang digital memiliki konsekuensi hukum. Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama untuk lebih berhati-hati dan menghormati etika bermedia,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Dadapan, Jajuli, memberikan tanggapan tegas dan berharap agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
“Kami telah memanggil pihak terkait dan memberikan pembinaan. Kami ingin menegaskan bahwa Pemerintah Desa Dadapan tidak pernah terlibat dalam video tersebut,” ujar Jajuli.
“Kami juga sudah merangkul semua pihak untuk menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat. Harapan kami, masyarakat tetap tenang dan bersama menjaga nama baik Desa Dadapan,” tambahnya.Selasa (14/10/2025).Menurut Jajuli, setiap warga desa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga harmoni sosial dan bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Desa Dadapan akan terus memperkuat koordinasi dengan BPD dan seluruh lembaga masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang.
Editor : RedakturSumber : Team