Egois, Pernyataan Tendensius dari Manajemen PT Panca Waskita Bumi Riau Mandiri Tuai Beragam Asumsi

Foto Investigasi Mabes
Egois, Pernyataan Tendensius dari Manajemen PT Panca Waskita Bumi Riau Mandiri Tuai Beragam Asumsi
Egois, Pernyataan Tendensius dari Manajemen PT Panca Waskita Bumi Riau Mandiri Tuai Beragam Asumsi

InvestigasiMabes.com l Inhu -- Jonny Wardi dan keluarga merasa nama baik nya dirusak/di cemarkan dengan pernyataan sikap dari management PT panca Waskita bumi Riau mandiri terkait pemberitaan yg di narasi kan " terbiasa memberikan makan keluarga nya dari hasil mencuri".

Jonny Wardi menjelaskan kepada awak media bahwa "TBS yang di panen bersama rekan-rekannya milik plasma atas nama pak Sampulan yang di miliki nya sejak tahun 2008 di kebun ex PT SAL (Selantai Agro Lestari), yang luasnya 5 ha di miliki 3 bersaudara. Dan diantara pemilik dan Jonny Wardi sudah tidak ada masalah. Salah satu bukti bahwa Jonny Wardi dan rekan-rekannya tidak melakukan pencurian, hasil TBSnya di serahkan kepada bapak Sampulan, dan Jonny Wardi hanya menerima upah kerja itu di saksikan oleh masyarakat banyak".

Tinggal saja PT panca Waskita bumi Riau mandiri, terkesan lamban mendata dan memanggil para pihak yang memiliki plasma di eks PT Selantai Agro Lestari. Pemilik plasma pada dasarnya berharap kepada PT Panca Waskita bumi Riau Mandiri agar plasmanya bisa di kelola, namun hingga saat ini, terkesan diam diam saja, sehingga kebun plasma milik pak Sampulan, TBSnya selalu hilang, tak jelas hasil TBS, dan jika di panen oleh pekerja PT Panca Waskita Bumi Riau Mandiri belum ada memberikan informasi hasil TBSnya yang di panen. Sementara ada pemilik plasma lain yang sudah lepas dari ex PT SAL dan dapat di kelola sendiri.

Masyarakat semua tau, termasuk pihak karyawan ex PT SAL, bahwa pak Sampulan memiliki plasma 5ha di kebun ex PT SAL

Dengan adanya pemberitaan terhadap Jonny Wardi ( keluarga)/dan kawan kawan merasa gerah terhadap keberadaan PT Panca Waskita Bumi Riau Mandiri.

Di sekitar lokasi kebun ex PT SAL ini di huni oleh masyarakat hukum adat suku Talang Mamak, mereka tidak terbiasa mendengar manusia berbahasa yang keras dan kasar serta tendensius apalagi disampaikan secara fulgar di media online tentunya akan menimbulkan riak yang tidak baik Dimata masyarakat.

Ia menambahkan Masyarakat tidak senang dengan sikap dari beberapa orang yang selalu berbahasa keras, walaupun tujuannya baik, belum lagi dari rekan-rekan masyarakat hukum adat yang lontarkan kepada pihak yang di sebut sebagai "Provokator".

Masyarakat berharap kepada pihak PT Agrinas Palma Nusantara, agar mengevaluasi mitranya, masih banyak lagi pihak pihak yang menginginkan mitra dengan PT Agrinas Palma Nusantara.

Salah satunya pak Bathin Bangka (pak model), memberikan pernyataan bahwa "kami akan mendukung PT Agrinas Palma Nusantara jika kami di anggap ada hak yang sama di mata hukum, karena kami juga memiliki Koperasi Produsen Mitra Tani Indragiri yang mana pemilik koperasi itu milik 6 tokoh adat yang berada di masyarakat hukum adat Talang Mamak yang berada di Desa Talang Durian Cacar.

Kami juga sudah mengajukan permohonan kepada PT Agrinas Palma Nusantara melalui pengurus koperasi yaitu bapak Neman Subandi, beliau sudah memohonkan itu. Janganlah arogan kepada masyarakat Talang Mamak ini dengan cara mengeluarkan bahasa bahasa keras di kampung kami, sedang bapak bapak dari yang dari PT Agrinas Palma Nusantara saja lembut lembut bahasanya enak di dengarkan telinga tak ada yang kasar sedikit pun, kami memang orang tinggal di hutan tapi kami bisa berbahasa lembut, karena kami manusia juga semuanya. Ungkapnya.

Editor : Investigasi Mabes
Sumber : Tim
Bagikan


Berita Terkait
Terkini