InvestigasiMabes.com | Muara Baru — Sorotan tajam awak media terhadap kondisi lingkungan SD 1 Muara Baru yang dinilai kumuh dan tidak terawat akhirnya memicu respons dari pihak sekolah. Kepala sekolah setempat pun angkat bicara memberikan klarifikasi atas berbagai temuan yang beredar di tengah masyarakat.
Dalam keterangannya, Kepala Sekolah SD 1 Muara Baru menyampaikan bahwa perbaikan plafon telah direncanakan dalam anggaran tahap kedua. Ia juga menilai pengambilan gambar oleh awak media dilakukan saat masa libur sekolah, sehingga kondisi yang terlihat dinilai tidak mencerminkan aktivitas harian.
Namun demikian, pernyataan tersebut justru menuai kritik lanjutan. Awak media menilai, kondisi kebersihan dan perawatan sekolah semestinya tetap menjadi prioritas, tanpa bergantung pada waktu aktif atau libur. Sekolah sebagai ruang pendidikan dan pembentukan karakter seharusnya mencerminkan lingkungan yang bersih, layak, dan representatif setiap saat.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah perbaikan, seperti pintu dan fasilitas lainnya, baru mulai dilakukan setelah adanya pemberitaan dan kritik publik. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius terkait konsistensi pengelolaan serta penggunaan anggaran, khususnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Jika tidak ada kritik, apakah kondisi tersebut akan terus dibiarkan?” menjadi pertanyaan mendasar yang mencuat dari kalangan pemerhati pendidikan dan masyarakat.
Atas kondisi ini, awak media mendorong Inspektorat untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran dan pemeliharaan fasilitas di SD 1 Muara Baru. Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan juga diminta untuk memberikan teguran tegas guna memastikan adanya perbaikan tata kelola ke depan.Langkah evaluatif ini dinilai penting agar kualitas lingkungan pendidikan tetap terjaga, serta memastikan setiap penggunaan anggaran benar-benar berdampak pada kenyamanan dan keselamatan peserta didik.
Pewarta: Sawaldi S.M
Editor : RedakturSumber : Team