“Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pemkab Jepara yang akhirnya menutup kandang ayam ilegal ini. Selama ini sangat mencemari lingkungan warga,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, saat musim panen, warga kerap menghadapi serbuan lalat dalam jumlah besar yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Kalau musim panen, warga seperti dikepung lalat. Ini sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, penolakan warga terhadap keberadaan kandang tersebut sudah berlangsung lama. Bahkan, aksi protes dengan membentangkan spanduk pernah dilakukan sebagai bentuk keresahan.“Warga sudah lama menyampaikan protes, bahkan sempat memasang spanduk. Tapi semua ini demi lingkungan yang bersih dan tidak tercemari oleh usaha ilegal,” tambahnya.
Penutupan ini menjadi sorotan publik sekaligus ujian komitmen Pemerintah Kabupaten Jepara dalam menegakkan hukum dan melindungi hak warga atas lingkungan hidup yang layak.
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim buru berita