Dugaan Investasi Bodong Snapboost 700 Korban Merugi Hingga Rp.2 Miliar

Foto Redaktur
Dugaan Investasi Bodong Snapboost 700 Korban Merugi Hingga Rp.2 Miliar
Dugaan Investasi Bodong Snapboost 700 Korban Merugi Hingga Rp.2 Miliar

Agnes Loupati (AL) salah satu korban asal Tangerang, mengungkapkan bahwa awalnya pembayaran berjalan lancar untuk memancing kepercayaan anggota. Namun, kini sistem terkunci total.

"Cara kerjanya hanya satu klik per hari. Awalnya lancar, namun sekarang saldo tidak bisa dicairkan sama sekali," ujar AL saat melakukan mediasi, Sabtu (18/4/2026).

Dampak dari skandal ini tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga merambah ke kalangan akademisi dan pelajar. AL memaparkan bahwa di wilayah Banten saja, terdapat anggota dengan nilai deposit bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga mencapai Rp174 juta per orang.

Bahkan, mirisnya, konsep aplikasi ini sempat diperkenalkan kepada sejumlah siswa sebagai bagian dari edukasi ekonomi digital sebelum akhirnya terungkap sebagai praktik ilegal.

Berdasarkan hasil pantauan mandiri para korban, aplikasi Snapboost ditemukan memiliki ciri-ciri kuat Skema Ponzi atau piramida, di mana keuntungan anggota lama dibayarkan dari uang anggota baru. Selain itu, aplikasi ini dipastikan:

Editor : Redaktur
Sumber : Team
Bagikan


Berita Terkait
Terkini