Pawai Piala Dunia Sepak Bola Meriah, Namun Dinilai Meresahkan: Warga Kota Ambon Desak Langkah Tegas Pemerintah dan Kepolisian

Pawai Piala Dunia Sepak Bola Meriah, Namun Dinilai Meresahkan: Warga Kota Ambon Desak Langkah Tegas Pemerintah dan Kepolisian
Pawai Piala Dunia Sepak Bola Meriah, Namun Dinilai Meresahkan: Warga Kota Ambon Desak Langkah Tegas Pemerintah dan Kepolisian

InvestigasiMabes.com | Ambon -Euforia piala dunia sepak bola yang melanda Kota Ambon dalam beberapa hari terakhir menghadirkan dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, pawai dan konvoi kendaraan yang dilakukan para pendukung tim sepak bola dunia menjadi bentuk luapan kegembiraan dan semangat kebersamaan. Namun di sisi lain, aktivitas tersebut mulai menuai keluhan dari masyarakat yang merasa terganggu akibat dampak yang ditimbulkan terhadap ketertiban umum dan kenyamanan publik.

Sejumlah ruas jalan utama di Kota Ambon dilaporkan dipadati oleh iring-iringan kendaraan roda dua maupun roda empat yang membawa atribut tim favorit. Suara klakson yang dibunyikan secara terus-menerus, penggunaan pengeras suara dengan volume tinggi, hingga aksi konvoi yang berlangsung hingga larut malam menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan warga.

Menurut masyarakat, kegembiraan dalam menyambut atau merayakan kemenangan tim sepak bola merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dipersoalkan. Namun, ketika perayaan tersebut mulai mengganggu aktivitas masyarakat lain, pemerintah dan aparat keamanan dinilai perlu mengambil langkah penertiban yang tegas dan terukur.

"Kami memahami bahwa sepak bola adalah olahraga yang dicintai banyak orang. Tetapi jangan sampai kegembiraan itu mengorbankan hak masyarakat lain untuk beristirahat, beraktivitas, atau menggunakan jalan dengan aman dan nyaman apalagi, hal yang sangat fatal adalah, " AKTIVITAS PAWAI ITU DILAKUKAN SELALU DI MALAM HARI SEHINGGA SANGAT MENGGANGGU ISTIRAHAT DIMALAM HARI", ujar salah seorang warga Kota Ambon.

Keluhan serupa juga datang dari para pengguna jalan yang mengaku kesulitan melintas saat konvoi berlangsung. Beberapa titik lalu lintas bahkan mengalami kepadatan akibat kendaraan yang bergerak secara berkelompok dan memenuhi badan jalan.

Editor : Redaktur
Sumber : Team
Bagikan

Berita Terkait
Terkini