Sebagai bentuk keterbukaan dan upaya menyerap aspirasi masyarakat, pihak sekolah terlebih dahulu menggelar rapat bersama berbagai unsur sebelum pekerjaan revitalisasi dimulai.
Pertemuan tersebut melibatkan tokoh agama, tokoh pemuda, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat. Rapat dilakukan untuk membangun komunikasi dan memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik serta mendapat dukungan dari lingkungan sekitar.
“Alhamdulillah, kami selaku warga masyarakat mendukung dan menyambut baik dengan adanya program tersebut,” ujar salah seorang warga yang mengikuti rapat.
Sementara itu, Kepala SDN Pamatutan, Ai Sumaiti, membenarkan bahwa sekolah yang dipimpinnya mendapatkan bantuan revitalisasi pada tahun anggaran 2026.Ia berharap dukungan dari seluruh pihak dapat terus diberikan sehingga pelaksanaan program berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat maksimal bagi sekolah serta para siswa.
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim