Namun melihat kondisi ekonomi yang kian memprihatinkan — terlihat dari sepinya pasar-pasar yang biasanya ramai — ia merasa harus bergerak dan memberi contoh nyata.
“Kondisi ekonomi sekarang memang berat, pasar yang biasanya hidup kini terasa sepi. Ini dampak nyata yang kita rasakan bersama. Karena itu, saya bertekad membuka lahan ini agar bermanfaat,” ujarnya.
Tanah bersertifikat atas namanya ini dinilai sangat cocok untuk budidaya jagung — komoditas yang permintaannya terus tinggi. Tak hanya bijinya yang laku dijual untuk pangan dan pakan ternak, batang dan daun jagung pun bisa diolah menjadi pakan ternak maupun ikan — menjadikan tanaman ini sangat efisien dan bernilai ekonomi ganda.
Lebih dari sekadar keuntungan pribadi, H. Syaf berharap langkah kecilnya ini bisa menjadi pemantik semangat dan motivasi bagi masyarakat luas.“Dengan membuka lahan ini, semoga bisa menjadi contoh bagi dunsanak kito di mana pun berada. Jangan diam saja saat ekonomi sedang sulit. Mari kita bangkit, manfaatkan lahan-lahan yang masih ‘tidur’ di sekitar kita — ubah menjadi ladang rezeki yang bermanfaat,” ajaknya tulus.
Editor : RedakturSumber : Team