Kapolri Gelar Ngaji Kebangsaan Bersama Gus Baha, Perkuat Sinergi untuk Melindungi dan Melayani Masyarakat

Kapolri Gelar Ngaji Kebangsaan Bersama Gus Baha, Perkuat Sinergi untuk Melindungi dan Melayani Masyarakat
Kapolri Gelar Ngaji Kebangsaan Bersama Gus Baha, Perkuat Sinergi untuk Melindungi dan Melayani Masyarakat

Kapolri juga menekankan bahwa keberagaman Indonesia harus menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan. Polri bersama seluruh komponen bangsa memiliki tanggung jawab untuk mencegah perbedaan berkembang menjadi konflik yang dapat merugikan masyarakat dan menghambat pembangunan.

“Umara dan ulama adalah dua tiang kokoh penjaga NKRI. Dengan tiang yang kokoh, akan terbentuk bangunan yang kokoh sehingga melindungi seluruh warga masyarakat yang bernaung di bawahnya,” tegasnya.

Sementara itu, Gus Baha dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa ulama dan umara memiliki peran yang saling melengkapi dalam membimbing masyarakat menuju kebaikan. Menurutnya, kesadaran untuk menaati aturan tidak semata-mata lahir karena adanya aparat, tetapi juga karena keyakinan bahwa setiap perbuatan manusia senantiasa berada dalam pengawasan Allah SWT.

“Orang yang bertakwa itu takut melakukan kesalahan bukan hanya karena ada polisi, tetapi karena sadar bahwa Allah selalu melihat apa yang dilakukan. Karena itu, keimanan harus melahirkan perilaku yang baik dalam kehidupan bermasyarakat,” tutur Gus Baha.

Gus Baha juga mengingatkan bahwa sifat kebangsaan dan nasionalisme perlu diwujudkan dalam perilaku sosial, antara lain dengan menjaga persatuan, menghormati perbedaan dan menyampaikan hal-hal baik tentang bangsa. Ia mengibaratkan hubungan Polri dengan masyarakat seperti hubungan orang tua dan anak, yang harus terus mencintai dan membimbing dengan kesabaran agar terus berada di jalan yang benar.

Editor : Investigasi Mabes
Sumber : Tim
Bagikan

Berita Terkait
Terkini