InvestigasiMabes.Com | Manado -- Geger seorang pemuda yang bernama lengkap Elion Bryen Paat yang sempat menghebohkan Sulawesi Utara dengan konten-konten kreatif nya di media sosial ini ternyata kemarin sempat membuat heboh dengan diduga merendahkan suku yang ada di Sulawesi Utara yakni Sangihe dan Talaud.Atas aksi pemuda tersebut yang diketahui di dalam media sosial Facebook yang bersangkutan mendapatkan kecaman dari masyarakat Sulawesi Utara.
Dikonfirmasi kepada Charlie Wijaya yang merupakan Sahabat Polri Daerah Sulawesi Utara ia pun memberikan informasi bahwa pemuda tersebut siap memberikan klarifikasi dan permintaan maaf."Pertama-tama sangat disayangkan ini terjadi, namun yang bersangkutan sudah saya hubungi pada malam hari kemarin dan bersedia untuk memberikan klarifikasi dan permintaan maaf," ujar Charlie Wijaya.
Menurut Charlie, yang bersangkutan sempat seperti tidak menerima atas masukkan yang diberikan lalu seperti membantah alias memberikan perlawanan. Namun akhirnya Elion menerima semua masukkan dari Charlie Wijaya.Memang yang dilakukan "Bro Ayen" sapa akrabnya sangat berbahaya dan bisa dapat memecah belah antar kerukunan suku yang ada di Sulawesi Utara."Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Komdan-komdan dari kepolisian yang sudah membantu yakni Bapak Julianto Sirait Kapolresta Manado, Bapak Sugeng Wahyudi Santoso Kasat Reskrim, Komdan Tende ROTR, Bapak Arie Najoan Kapolsek Wanea dan termasuk dari masyarakat Bro Will Tulungen, semua berkat kerja bersama," Tambah Charlie.Charlie berharap agar kejadian seperti ini agar menjadi pembelajaran berikutnya bagi torang semua untuk lebih bijak lagi dalam bermedia sosial. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali lagi dikemudian hari.
Pada siang hari tadi pemuda Elion Bryen Paat telah diamankan oleh pihak kepolisian guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (Kifli Polapa)
Editor : Investigasi Mabes