Diduga Pungli Berkedok Sumbangan Pembangunan Masjid SMKN 4 Bojonegoro Kerjasama Dengan Komite Tagih Kepada Wali Murid Yang Lulus

Diduga Pungli Berkedok Sumbangan Pembangunan Masjid SMKN 4 Bojonegoro Kerjasama Dengan Komite Tagih Kepada Wali Murid Yang Lulus
Diduga Pungli Berkedok Sumbangan Pembangunan Masjid SMKN 4 Bojonegoro Kerjasama Dengan Komite Tagih Kepada Wali Murid Yang Lulus

InvestigasiMabes.com | Bojonegoro  -- Bulan Juni ini adalah waktu yang sangat menegangkan bagi seluruh orang tua di pelosok negeri, Setiap orang tua yang memiliki anak dengan tingkat pendidikan yang berbeda akan sireporkan dengan berbagai macam pengeluaran. 

Mulai dari biaya masuk sekolah, biaya kelulusan serta biaya masuk kuliah dan banyak lagi jenis pengeluaran lainnya diluar biaya kehiidupan yang saat ini sangat besar dan tidak di imbangi dengan pwnghasilan yang tinggi. 

Kita banyak mendapat kabar dari berbagai media tentang peran Komite disetiap sekolah yang menuai pro dan kontra. Serta beberapa waktu yang lalu telah terjadi sebuah fenomena yang tidak lazim di sebuah sekolah menengah negeri di Bojonegoro. 

Dari hasil Investigasi yang dilakukan oleh Tim media ini mendapatkan sebuah fakta yang sarat dengan tindakan pembodohan serta terkesan memaksakan sesuatu kepada para wali murid yang anak telah lulus dari sekolah tersebut. 

SMK Negeri 4 Bojonegoro yang berada dijalan Raya Surabaya, Sukowati, Kapas, Sukolilo, Sukowati, Kec. Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. secara nyata dan tegas melakukan pemungutan iuaran terhadap wali murid dengan nominal yang cukup besar dan beragam. 

Dana yang dikumpulkan oleh pihak sekolah yang bekerjasama dengan Komite sekolah adalah sumbangan untuk pembangunan Masjid di sekolah. 

Salah seorang orang tua murid kepada InvestigasiMabes.com memaparkan " Anak saya sudah lulus sekolah lo, masak masih dimintai sumbangan yang katanya untuk pembangunan masjid". 

Dikesempatan yang sama dia mengatakan" Nominal sumbangannya lumayan gede Rp. 800.000, ekonomi lagi sulit begini kemana mau dicari uang sebanyak itu, mana ada anak yang baru mau masuk sekolah dan suami hanya kwrja serabutan imbuhnya. 

Awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada kepala sekolah namun gagal menemuinya dan hanya dapat jawaban dari salah seorang guru, " Iya bangunan yang masih di pondasi itu rencananya buat memperbesar bangunan masjid namun sumbangan dari Wali murid belum terkumpul,"jelasnya. 

Namun beberapa wali murid merasa keberatan dengan adanya sumbangan ini, mbok ya di pertimbangkan kembali kita sudah tamat masih saja harus nyumbang, katanya. 

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini