Oleh: Agung Riano, S.AP
Investigasimabes.com l Jakarta –emerintahan Presiden Prabowo Subianto baru baru ini mengambil langkah monumental sekaligus memicu polemik di sektor pendidikan dan birokrasi. Melalui pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI), pemerintah berambisi menciptakan "pabrik" pencetak pemimpin bangsa.
Namun, di balik narasi megah pembinaan karakter, publik dan para pengamat menyoroti satu pertanyaan mendasar: apakah megaproyek triliunan rupiah ini lahir dari rahim kebutuhan masyarakat, atau sekadar instrumen baru untuk mengonsolidasikan kepentingan politik elite?*Ambisi Politik di Balik "Sekolah Elite"*
Langkah Istana bergerak cepat. Pada Rabu (22/07) lalu, Presiden Prabowo resmi melantik pucuk pimpinan URI. Menariknya, nomenklatur yang digunakan untuk pimpinan tertinggi bukanlah 'Rektor' seperti perguruan tinggi pada umumnya, melainkan 'Gubernur'.
Kursi nomor satu ini diserahkan kepada Marsekal Madya (Purn) Donny Ermawan Taufanto, seorang pensiunan perwira tinggi TNI, yang didampingi oleh Yos Sunitiyoso, seorang akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), sebagai Wakil Gubernur.